Jumat, 21 Desember 2012

Hari Ibu Tahun 2012

puisi mulu, sekarang cerpen deh. *sedikit me-refresh-kan fikiran* (?)

Hari Terakhir Bersama Ibu

       Pagi itu, Dewi terbangun dan dilihatnya jarum jam dinding telah menunjukkan pukul 05.25 pagi, "aaa!! aku kesiangaaan!!" sambil menahan kantuknya, Dewi pun segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. "ma, kok ga bangunin aku sih? aku jadi telat nih!" ujarnya dengan nada kesal, "mama bangunin kamu kok, Nak! kamunya aja yang ga bangun mulu" jawab mama dengan senyum sambil menyiapkan sarapan untuk Dewi. "aku ga mau makan ah, keburu telat!!" bentaknya sambil memakai sepatu, "kenapa? jadiin bekel makan buat di sekolah aja ya! kalo kamu ga sarapan, nanti sakit loh" ujar mama. "ga usah! aku udah telat banget, Ma!!" jawab Dewi sambil bergegas.
       Jam istirahat pun tiba, Dewi dan kawan-kawannya pergi ke kantin yang hanya sekedar untuk ngobrol-ngobrol saja. "Dew, hari ini Hari Ibu ya? tadi pagi aku nyiapin roti bakar buat mama loh! terus, mama seneng banget ekspresinya" ujar Dian, "oh, iya kali. ga inget" sahut Dewi dengan nada malas. "Hah?!, kok ga inget sama mama sendiri sih? dosa loh!" kata Dian sambil terkejut "apaan sih?! nanti sampe rumah, aku bakal ngucapin kok!" jawabnya.
       Tak lama kemudian, muncul pesan singkat di handphone Dewi dari mamanya.
  From : Mama
  09.47
  Maaf ya mama suka bikin dewi kesel, sampe bikin dewi telat masuk sekolah. Dew, nanti jangan pulang sore ya!
       Setelah membacanya, Dewi langsung menghapusnya tanpa membalas pesan singkat itu. "Dew, nanti anterin aku nonton dong! bisa ga?" tanya Dian, tanpa berfikir apapun, Dewi langsung menjawabnya "bisa dong!". Bel tanda pulang pun berbunyi dan mereka langsung pergi menuju bioskop.
       Untuk yang kedua kalinya, muncul lagi pesan singkat di handphone Dewi dari mamanya ketika film sedang berlangsung.
  From : Mama
  16.10
    Dew, dimana? cepet pulang!
       Untuk yang kedua kalinya juga, Dewi tak menghiraukan pesan singkat dari mamanya itu dan hanya sekedar membacanya. Kira-kira, film itu selesai pukul 17.00 dan Dewi pulang menggunakan angkutan umum, seperti biasa jalanan tampak macet. Saat ia berada di dalam angkutan umum, mamanya mengirim pesan singkat lagi.
  From : Mama
  17.15
    Dew, mama ikut pergi sama papa, dewi jaga diri ya! jangan bangun kesiangan terus! Mama sayang dewi.
       Saat itu, Dewi kira mamanya hanya bercanda, lantas Dewi tak menghiraukannya lagi.
       Sesampainya di rumah, ia melihat kibaran bendera kuning di depan rumahnya, "ada apa ini? kenapa semuanya nangis? mama kenapa?" tanyanya. Tiba-tiba, tubuhnya lemah tak berdaya, ia terjatuh tak kuasa menahan tangis, dengan mata kepalanya sendiri ia menatap seorang wanita berwajah pucat sedang berbaring tak bernyawa. "mamaaaa.. bangun!! jangan tinggalin Dewi!! mama ga boleh ikut papa!! maaa.. bangun!! buka matanyaa!! Dewi minta maaf, Dewi janji ga akan bentak mama lagi!! mamaaaa.." teriak Dewi dihadapan mamanya. Ia sangat terpukul atas kepergian mamanya, dalam hatinya ia berkata "ma, izinkan aku mencium keningmu untuk terakhir kalinya, aku sayang mama." lalu ia mencium kening mamanya dengan hangat meski bersama tetesan air mata.
Sekian.

segitu deh cerpennya, ga terharu ya? maaf banget!!

Jumat, 14 Desember 2012

For My Mother

Entah kenapa, tiba-tiba pengen bikin puisi buat mama :')

Sepucuk Surat Untuk Ibu
Sembilan bulan sudah aku dikandungnya
Kasih sayangnya mengiringi langkah pertamaku
Dan hal pertama yang aku tatap, yakni senyumnya
Kini, tiga belas tahun telah berlalu
Canda dan tawa, tangis dan renungan
Mengiringi sang mentari
Bahkan pelukan hangatnya
Mampu menyelimuti dinginnya malam
Aku sering mengeluh kepadanya
Tapi, beliau tak pernah melakukannya
Sosok yang tegar..
Dan tak pernah lupa tuk bersyukur..
Kadang, aku terpaku ketika melihat ia menangis dalam do'anya
Tapi kadang, aku keheranan
Ia selalu meminta ampunan kepada-Nya, meski itu kesalahanku
Sungguh, hatinya selembut sutra..
Ia adalah satu-satunya wanita paling kukasihi
Ya Allah, lindungilah dia dalam situasi apapun..
Aamiin..

Kamis, 29 November 2012

Third Poetry

langsung saja lah ke puisinya :" Enjoy the poetry!

Dalam Hening

Jarum jam masih berputar
Air hujan masih turun
Dan jantungku pun masih berdetak
Namun entah mengapa, semua malah sunyi..
Sepatah kata pun tak dikatakan
Sinar rembulan menjadi saksi nyata keheningan kami
Lirikan tajamku memulainya, tapi semua masih sunyi
Aku telah memulainya..
Aku harap semua akan kembali seperti semula
Tapi kini aku lelah
Aku letih..
Aku tak akan sanggup..
Ingin rasanya semua kuhentikan
Mengakhirinya hanya dengan maaf
Menyelesaikannya dengan senyum
Meninggalkan serpihan kecil di hati
Dan menghapus kenangan bersama angin lalu..

wdyt? thank's for reading :'). -end-

Jumat, 09 November 2012

Second Poetry


kali ini aku bikin puisi buat 'kecengan' aku *alaaah* yang ga peka mulu u,u. oke, enjoy the poetry! 


Dia 
Dia bukan setetes air, karena aku mengenalnya
Bukan pula sebutir debu, karena aku mengetahuinya
Keramahan dan rasa sayangnya..
Sosoknya yang selalu santai
Membuatku melayang ke angkasa
Tapi,Apakah dia tahu?
Apakah dia sadar akan perasaanku?
Apakah dia merasakan kehadiranku?
Mungkin iya..
Atau mungkin tidak..
Atau mungkin tidak sama sekali..
Tuhan,
Aku mohon..
Buatlah dia sadar dengan kehadiranku
Hanya sekedar sadar pun bukan masalah
Setidaknya, itu akan jadi harapan
Meski hanya setetes air..
Meski hanya sebutir debu..
Meski hanya sehembus angan-angan..
Dan, meski kami tak akan berperasaan sama..

Finish! gimana? bagusan yang pertama atau kedua? ^^ haha, yaudahlah yang penting karya sendiri, sekian. Terima Kasih :)

Kamis, 08 November 2012

First Poetry

oke! kali ini aku bikin puisi, yaa ini rada bikin flashback sih, tapi yaudah lah..ini cuma puisi! enjoy the poetry! :)

Kenangan


Aku ingat kebersamaan kita
Semua mengalir begitu saja
Meninggalkan setetes air mata yang begitu perih
Meninggalkan pelukan hangat di bawah dinginnya hujan
Meninggalkan tiupan sejuk di bawah terik mentari
Waktu kita terlalu singkat
Aku ingin waktu kita tak pernah berhenti
Dan tak akan pernah berhenti
Semua berlangsung terlalu indah
Aku rindu semua keluh kesahmu
Aku rindu canda tawa kita
Aku rindu kekhawatiranmu
Yaa..
Aku tahu, aku merasakannya, aku melihatnya
Semua hilang ditelan bumi
Hancur terbakar di teriknya mentari
Terkikis rindu di setiap senja
Tertiup angin bersama harapan
Tapi,
Tak akan hilang begitu saja dalam ingatanku

Selesaaai! yaa itu puisi asli karya aku B) gimana? suka? atau..ada yang salah? maaf yaa hehe, namanya juga manusia. Terima Kasih :)

Introduce Myself

Hi ! My name is Raspati Dewi Mulyaningsih, and Raspati or Raras for my nickname. I'm from Indonesia and I'm a girl. I born on July 22nd 1999. I love sundanese traditional dance and I'm a Swifty! <13 I'm proud of myself and I won't regret. Everything that happened to me, I called it "This is my life, not your life. This is my right, not yours". so, learn from your past, then do something better.