Takdir
Kehidupan
Tak ada yang aneh senja itu
Dengan manis beliau tersenyum
Dari raganya tercium harum
Terasa hangat saat memeluk
Semua tampak baik-baik saja
Kami semua riang gembira
Beliau masih bercanda tawa
Berbalas pantun, pantun jenaka
Namun waktu terus berputar
Berganti layaknya siang dan malam
Hingga tibalah saatnya
Mengubah suka menjadi duka
Tapi semua ini adalah takdir
Manusia pun tak bisa mengganti
Jika ada saatnya Ia memanggil
Maka saat itulah beliau pergi
Kini lututku lemas, aku terjatuh
Rasa sakit ini semakin menusuk
Tak kuasa, aku menangis tersedu
Tuhan, tegarkanlah jiwa dan ragaku
Tapi sudah waktunya ia berpulang
Kembali ke tempat penuh ketenangan
Ya, beginilah rasanya kehilangan
Harus mau menerima kenyataan
sekiaaaan! kritik & saran? silahkan ditulis di komentarnya ya. Terima Kasih~